15 Kuliner yang Hanya Ada di Bandung Wajib Dicoba Saat Liburan
Kuliner yang hanya ada di Bandung selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain dikenal sebagai kota mode dan destinasi wisata favorit di Jawa Barat, Bandung juga memiliki banyak makanan khas yang sulit ditemukan di daerah lain.
Beberapa di antaranya bahkan sudah menjadi ikon kuliner yang selalu diburu saat orang berkunjung ke Kota Kembang. Kuliner khas Bandung tidak hanya soal rasa.
Banyak makanan lahir dari kreativitas masyarakat setempat dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan yang unik dan menggugah selera hingga jadi kuliner hits.
Ada yang sudah eksis puluhan tahun, bahkan ada pula yang terus berkembang mengikuti tren tanpa meninggalkan cita rasa khasnya sampai sekarang ini.
Kalau sedang merencanakan liburan ke Kota Kemabng atau sekadar penasaran dengan makanan khasnya berikut deretan kuliner yang hanya ada di Bandung dan wajib masuk daftar incaran.
1. Seblak
Kalau berbicara tentang makanan khas Bandung, nama seblak hampir pasti muncul di urutan pertama. Hidangan ini dibuat dari kerupuk yang direbus hingga kenyal, kemudian dimasak bersama bumbu kencur, cabai, bawang putih, dan aneka topping seperti bakso, sosis, ceker ayam, mi, hingga seafood.
Meski kini seblak sudah dijual di berbagai kota di Indonesia, Bandung tetap dikenal sebagai tempat lahirnya makanan ini. Bahkan, banyak pecinta kuliner menganggap rasa seblak asli Bandung memiliki karakter yang berbeda karena penggunaan kencur yang lebih kuat.
2. Batagor
Batagor merupakan singkatan dari bakso tahu goreng. Makanan ini terbuat dari adonan ikan tenggiri yang dimasukkan ke dalam tahu atau kulit pangsit, kemudian digoreng hingga renyah.
Yang membuat batagor khas Bandung begitu digemari adalah siraman saus kacang yang gurih, ditambah kecap manis, sambal, dan perasan jeruk limau sehingga rasanya semakin segar.
Beberapa penjual batagor legendaris di Bandung bahkan sudah berjualan selama puluhan tahun dan menjadi destinasi wisata kuliner tersendiri.
3. Cuanki
Sekilas cuanki memang mirip bakso. Namun, makanan ini memiliki isian yang lebih beragam, seperti bakso, siomay kering, tahu, hingga pangsit goreng yang disajikan dalam kuah kaldu hangat.
Nama cuanki sendiri dipercaya berasal dari kebiasaan pedagang yang dahulu menjajakan dagangannya sambil memanggil pembeli. Kini, cuanki menjadi salah satu makanan yang paling sering dicari wisatawan saat berada di Bandung.
4. Mie Kocok Bandung
Mie kocok merupakan hidangan mi berkuah yang menggunakan kaldu sapi sebagai bahan utama. Isinya biasanya terdiri atas mi kuning, kikil sapi, tauge, bakso, daun bawang, dan taburan bawang goreng.
Kuahnya yang gurih membuat makanan ini cocok disantap saat cuaca Bandung sedang dingin.
5. Surabi Bandung
Surabi khas Bandung berbeda dengan pancake modern. Adonan tepung beras dimasak menggunakan tungku tanah liat sehingga menghasilkan aroma khas.
Kini, variasi topping surabi semakin beragam. Mulai dari oncom, keju, cokelat, durian, hingga aneka buah. Meski tampil lebih modern, cara memasaknya masih mempertahankan teknik tradisional.
6. Colenak
Colenak merupakan singkatan dari "dicocol enak". Makanan ini dibuat dari tape singkong yang dibakar, kemudian disajikan bersama saus gula aren dan parutan kelapa.
Rasa manis berpadu dengan sedikit aroma fermentasi membuat colenak memiliki cita rasa yang unik.
7. Nasi Tutug Oncom
Meski berasal dari wilayah Tasikmalaya, nasi tutug oncom sangat populer di Bandung dan mudah ditemukan di berbagai rumah makan khas Sunda.
Nasi hangat dicampur oncom yang telah dibumbui, kemudian disajikan bersama ayam goreng, tahu, tempe, sambal, dan lalapan.
8. Cilok Asli Bandung
Cilok adalah singkatan dari aci dicolok. Terbuat dari tepung tapioka, cilok memiliki tekstur kenyal dan biasanya disajikan bersama saus kacang, kecap, atau sambal.
Kini, cilok hadir dalam berbagai varian isi, mulai dari daging sapi, ayam, keju, hingga mercon.
9. Cireng
Cireng atau aci digoreng menjadi camilan favorit banyak orang. Bagian luarnya renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap kenyal. Cireng biasanya disantap bersama sambal rujak yang pedas manis sehingga rasanya semakin nikmat.
10. Cimol
Masih berbahan dasar tepung aci, cimol memiliki bentuk bulat kecil yang digoreng hingga mengembang. Setelah matang, cimol diberi berbagai bumbu tabur seperti balado, jagung bakar, keju, hingga rumput laut.
11. Gehu Pedas
Gehu merupakan tahu goreng yang diisi tumisan tauge dan wortel. Kini banyak penjual menambahkan cabai rawit dalam jumlah banyak sehingga lahirlah gehu pedas yang menjadi camilan favorit masyarakat Bandung.
12. Bandros
Bandros merupakan kue tradisional yang dibuat dari campuran tepung beras dan santan. Teksturnya lembut dengan bagian luar yang sedikit renyah. Bandros paling nikmat disantap saat masih hangat.
13. Peuyeum Bandung
Peuyeum adalah tape singkong khas Bandung yang dibuat melalui proses fermentasi. Selain dimakan langsung, peuyeum juga sering dijadikan oleh-oleh karena memiliki daya simpan yang cukup lama.
14. Yoghurt Bandung
Tak banyak yang tahu bahwa Bandung memiliki sejarah panjang dalam produksi yoghurt. Banyak kedai legendaris yang masih mempertahankan resep yoghurt rumahan dengan cita rasa asam segar dan tanpa terlalu banyak tambahan pemanis.
15. Es Cendol Elizabeth
Selain makanan berat, Bandung juga terkenal dengan minuman tradisional seperti es cendol. Beberapa penjual legendaris menawarkan cendol dengan gula aren asli dan santan segar yang memberikan rasa manis alami.
Mengapa Kuliner Bandung Selalu Dirindukan?
Ada beberapa alasan mengapa makanan khas Bandung selalu memiliki tempat di hati para wisatawan. Pertama, penggunaan bahan-bahan sederhana mampu menghasilkan rasa yang khas dan berbeda.
Kedua, masyarakat Bandung dikenal kreatif dalam menciptakan inovasi makanan baru tanpa menghilangkan cita rasa tradisional. Ketiga, banyak kuliner legendaris yang tetap mempertahankan resep turun-temurun sehingga kualitas rasanya tetap terjaga hingga sekarang.
Agar pengalaman berburu kuliner semakin menyenangkan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.
- Datang pada pagi atau sore hari agar tidak terlalu ramai.
- Siapkan uang tunai karena masih ada beberapa pedagang yang belum menerima pembayaran digital.
- Jangan hanya mencoba makanan viral, tetapi sempatkan juga mencicipi kuliner legendaris.
- Datangi sentra kuliner agar bisa mencoba beberapa makanan sekaligus.
- Jika ingin membeli oleh-oleh, pilih produk yang memiliki daya tahan lebih lama seperti peuyeum atau keripik khas Bandung.
Bandung memang tidak pernah kehabisan cara memanjakan lidah para pengunjungnya. Mulai dari seblak, batagor, cuanki, mie kocok, hingga colenak, semuanya menawarkan cita rasa yang sulit dilupakan.
Tak heran jika kuliner yang hanya ada di Bandung selalu menjadi salah satu alasan wisatawan kembali datang ke Kota Kembang. Jika berkesempatan berlibur ke Bandung, jangan hanya menikmati suasana kotanya.
Luangkan waktu untuk menjelajahi berbagai sudut kuliner yang menyimpan cerita, tradisi, dan kelezatan khas yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Dengan begitu, perjalanan tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di daerah lain. (Dila Nashear)