Kabar soal Doraemon berhenti tayang di RCTI 2026 ini mendadak ramai dibicarakan publik. Serial animasi legendaris asal Jepang itu sudah puluhan tahun menemani penonton Indonesia, khususnya lewat layar kaca.

Karena itu, ketika Doraemon tak lagi muncul di jadwal siaran televisi nasional, banyak penonton yang terkejut sekaligus bertanya-tanya: apa benar Doraemon benar-benar pamit dari RCTI?

Penelusuran terhadap jadwal siaran RCTI sejak akhir 2025 hingga awal 2026 menunjukkan satu fakta penting nama Doraemon sudah tidak lagi tercantum dalam daftar program RCTI.

Inilah yang kemudian memicu spekulasi luas dan membuat kata kunci doraemon berhenti tayang di rcti 2026 melonjak tajam di mesin pencari.

Doraemon bukan sekadar kartun biasa bagi penonton Indonesia. Anime ini pertama kali hadir di RCTI sejak era awal televisi swasta, sekitar awal 1990-an. Selama lebih dari tiga dekade, Doraemon konsisten mengisi slot tontonan keluarga, terutama di akhir pekan.

Bagi banyak orang, Doraemon adalah bagian dari rutinitas Minggu pagi: bangun lebih awal, menyalakan televisi, lalu menyaksikan petualangan Nobita bersama robot kucing dari masa depan.

Tak berlebihan jika Doraemon disebut sebagai salah satu tayangan anak paling ikonik dalam sejarah televisi Indonesia. Karena itulah, kabar Doraemon berhenti tayang di RCTI 2026 terasa seperti penanda berakhirnya sebuah era.

Doraemon Tak Lagi Muncul di Jadwal RCTI

Isu ini mulai menguat ketika warganet menyadari bahwa Doraemon tidak lagi muncul di jadwal siaran RCTI sejak akhir Desember 2025.

Bahkan hingga memasuki Januari 2026, program tersebut tetap tidak terlihat, baik di jadwal televisi konvensional maupun di platform digital RCTI+.

Kondisi ini berbeda dari biasanya. Selama bertahun-tahun, Doraemon dikenal sebagai tayangan yang nyaris selalu hadir tanpa jeda panjang. Ketidakhadirannya dalam rentang waktu cukup lama menjadi sinyal kuat bahwa memang terjadi perubahan kebijakan penayangan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari RCTI yang secara eksplisit menyebut kata “dihentikan”. Namun, hilangnya Doraemon dari seluruh slot jadwal menguatkan kesimpulan bahwa Doraemon berhenti tayang di RCTI mulai 2026.

Pihak stasiun televisi biasanya melakukan perubahan program karena berbagai faktor, mulai dari berakhirnya kontrak hak siar, penyesuaian strategi konten, hingga perubahan pola konsumsi penonton yang kini lebih banyak beralih ke platform digital.

Dalam konteks ini, Doraemon tampaknya menjadi salah satu tayangan yang terdampak oleh transformasi besar industri televisi.

Reaksi Penonton: Nostalgia dan Rasa Kehilangan

Begitu kabar ini menyebar, media sosial langsung dipenuhi komentar bernuansa nostalgia. Banyak warganet mengenang masa kecil mereka yang lekat dengan Doraemon.

Tak sedikit yang menuliskan bahwa Doraemon bukan hanya tontonan anak-anak, tetapi juga pengikat memori keluarga. Ada yang mengingat momen menonton bersama orang tua, ada pula yang mengaitkannya dengan suasana Minggu pagi yang kini jarang dirasakan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Doraemon memiliki ikatan emosional yang kuat dengan penontonnya di Indonesia, sesuatu yang jarang dimiliki tayangan lain.

Meski belum ada keterangan resmi, sejumlah pengamat media menilai ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan kenapa Doraemon berhenti tayang di RCTI 2026.

Pertama, hak siar. Kontrak penayangan anime internasional biasanya memiliki masa berlaku tertentu. Jika tidak diperpanjang, maka stasiun televisi harus menghentikan penayangan.

Kedua, perubahan strategi program. Televisi nasional kini menghadapi persaingan ketat dari platform streaming dan media digital. Akibatnya, banyak stasiun TV mulai menata ulang konten agar sesuai dengan target audiens dan tren terbaru.

Ketiga, pergeseran kebiasaan menonton. Anak-anak saat ini lebih banyak mengakses tontonan lewat gawai dibanding televisi konvensional. Hal ini membuat tayangan anak di TV nasional tidak lagi sekuat dulu dari sisi rating.

Doraemon Tidak Berhenti Secara Global

Penting untuk diluruskan, Doraemon berhenti tayang di RCTI bukan berarti Doraemon berhenti sepenuhnya. Serial ini masih diproduksi dan ditayangkan di berbagai negara, serta tersedia di sejumlah platform lain di luar televisi nasional Indonesia.

Artinya, yang berakhir adalah penayangan Doraemon di RCTI, bukan eksistensi Doraemon sebagai serial animasi global.

Berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI menjadi simbol perubahan besar dalam dunia penyiaran Indonesia. Tayangan yang mampu bertahan lebih dari 30 tahun kini harus memberi ruang bagi format dan konten baru.

Bagi industri televisi, momen ini menjadi refleksi bahwa selera penonton terus berubah. Sementara bagi penonton, khususnya generasi 90-an dan awal 2000-an, ini adalah momen nostalgia yang sulit dilupakan.

Kabar Doraemon berhenti tayang di RCTI 2026 bukan sekadar isu biasa. Hilangnya Doraemon dari jadwal RCTI menandai berakhirnya salah satu tayangan paling legendaris di televisi Indonesia setelah lebih dari tiga dekade mengudara.

Meski penyebab pastinya belum diumumkan secara resmi, perubahan ini sangat mungkin berkaitan dengan hak siar, strategi konten, dan pergeseran kebiasaan menonton masyarakat. Yang pasti, Doraemon telah meninggalkan jejak mendalam di hati jutaan penonton Indonesia.

Doraemon mungkin tak lagi hadir di layar RCTI, tetapi kenangan tentang Nobita, kantong ajaib, dan petualangan dari masa depan akan tetap hidup dalam ingatan banyak generasi. (Dila Nashear)