Belum tahu gimana bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga bahasa arab lengkap? Simak juga besarannya tahun 2026 dan waktu pembayarannya di bawah ini.

Di bulan Ramadan satu amalan yang tak boleh terlewat adalah zakat fitrah. Selain mengetahui besaran yang harus dibayarkan, umat Islam juga perlu memahami niat zakat fitrah agar ibadahnya sah sesuai tuntunan syariat.

Meski terlihat sederhana, niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk zakat. Zakat fitrah sendiri adalah zakat yang wajib dikeluarkan setiap Muslim menjelang Idul Fitri.

Tujuannya bukan hanya membersihkan jiwa setelah menjalani puasa sebulan penuh, tetapi juga membantu saudara-saudara yang membutuhkan agar bisa merasakan kebahagiaan Lebaran.

Lalu seperti apa bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga bahasa arab yang benar? Berikut penjelasan lengkap dihimpun Candi.id dari sember terpercaya.

Dalam Islam, niat adalah pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa. Tanpa niat, zakat yang dikeluarkan bisa dianggap hanya sedekah biasa, bukan zakat wajib.

Karena itu, sebelum menyerahkan zakat fitrah baik dalam bentuk beras maupun uang seseorang perlu menghadirkan niat di dalam hati. Membaca lafaz niat memang tidak wajib secara lisan, tetapi dianjurkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan.

Bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri:

Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘ala.”

Bacaan di atas digunakan ketika seseorang membayarkan zakat atas nama dirinya sendiri.

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Jika seorang suami membayarkan zakat untuk istrinya, maka niatnya sebagai berikut:

Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘ala.”

Untuk anak laki-laki:

Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Untuk anak perempuan:

Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي … فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nama anak bisa disebutkan pada bagian yang kosong. Artinya tetap sama, yaitu niat mengeluarkan zakat fitrah karena Allah SWT.

Niat Zakat Fitrah untuk Diri dan Keluarga Sekaligus

Bagi kepala keluarga yang membayarkan zakat untuk seluruh anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, berikut bacaan niatnya:

Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَا يَلْزَمُنِي نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘anni wa ‘an jami’i ma yalzamunii nafaqaatuhum fardhan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘ala.”

Selain memahami niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga bahasa arab, penting juga mengetahui jumlah yang harus dibayarkan.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk makanan pokok setara 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa.

Untuk pembayaran dalam bentuk uang, nilai yang ditetapkan secara nasional pada 2026 adalah sekitar Rp50.000 per orang, menyesuaikan harga beras rata-rata.

Namun, nominal ini bisa sedikit berbeda di tiap daerah tergantung harga bahan pokok setempat. Zakat fitrah mulai boleh dibayarkan sejak awal Ramadan. Namun waktu paling utama adalah menjelang Idul Fitri sebelum pelaksanaan salat Id.

Jika dibayarkan setelah salat Id, maka statusnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah yang sempurna.

Karena itu, banyak masjid dan lembaga zakat membuka layanan penerimaan zakat beberapa hari sebelum Lebaran agar distribusinya tepat waktu.

Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang beragama Islam, masih hidup saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, dan memiliki kelebihan rezeki dari kebutuhan pokoknya.

Bahkan bayi yang lahir sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadan pun wajib dibayarkan zakatnya oleh wali atau orang tuanya.

Zakat fitrah memiliki dua tujuan utama, di antaranya:

  • Menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan atau perbuatan yang kurang baik selama Ramadan.
  • Membantu fakir miskin agar mereka juga dapat merayakan Lebaran dengan layak.

Dengan membayar zakat fitrah dan melafalkan niat yang benar, ibadah puasa selama bulan suci Ramadan menjadi lebih sempurna.

Memahami niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga bahasa arab bukan hanya soal hafalan teks, tetapi tentang kesadaran bahwa zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan dengan ikhlas karena Allah SWT.

Baik untuk diri sendiri maupun keluarga, niat menjadi syarat sah yang membedakan zakat dari sedekah biasa. Ditambah dengan mengetahui besaran dan waktu pembayarannya, umat Islam dapat menjalankan kewajiban ini dengan tenang dan tepat.

Menjelang Idul Fitri, jangan lupa siapkan zakat fitrah lebih awal agar distribusinya lancar dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. (Dila Nashear)