Kalender Jawa Agustus 2026 lengkap dengan wuku hingga pasaran termasuk weton. Simak tabel lengkap tanggal, pergantian bulan Sapar ke Mulud, serta daftar lainnya selama bulan kedelapan ini.

Kalender Jawa Agustus 2026 lengkap dengan wuku hingga pasaran menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat untuk mengetahui penanggalan Jawa, weton, pasaran, hingga siklus wuku sepanjang bulan Agustus.

Selain digunakan sebagai acuan budaya, kalender Jawa juga masih dimanfaatkan sebagian masyarakat dalam menentukan hari penting, menggelar tradisi, maupun mengetahui perpaduan hari Masehi dengan pasaran Jawa.

Berdasarkan penanggalan Jawa tahun 2026, bulan Agustus mencakup dua bulan Jawa, yaitu Sapar dan Mulud. Pergantian bulan terjadi pada pertengahan Agustus.

Sehingga masyarakat mulai memasuki bulan Mulud yang identik dengan berbagai tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Selain itu, dari data yang dihimpun, sepanjang Agustus 2026 juga terdapat enam siklus wuku yang terus berganti setiap tujuh hari dalam sistem Pawukon.

Kalender Jawa merupakan sistem penanggalan yang memadukan kalender Hijriah, kalender Saka, serta tradisi Jawa yang diperkenalkan pada masa Sultan Agung Mataram.

Hingga kini, kalender tersebut masih digunakan sebagai pedoman budaya, adat istiadat, hingga penentuan berbagai agenda tradisional di sejumlah daerah.

Kalender Jawa Agustus 2026 Lengkap dengan Wuku

Berikut kalender Jawa Agustus 2026 lengkap dengan wuku hingga pasaran yang memuat hari Masehi, serta informasi lainnya:

Tanggal MasehiHari & WetonTanggal JawaWuku
1 Agustus 2026Sabtu Kliwon18 Sapar 1960Kuruwelut
2 Agustus 2026Minggu Legi19 Sapar 1960Marakeh
3 Agustus 2026Senin Pahing20 Sapar 1960Marakeh
4 Agustus 2026Selasa Pon21 Sapar 1960Marakeh
5 Agustus 2026Rabu Wage22 Sapar 1960Marakeh
6 Agustus 2026Kamis Kliwon23 Sapar 1960Marakeh
7 Agustus 2026Jumat Legi24 Sapar 1960Marakeh
8 Agustus 2026Sabtu Pahing25 Sapar 1960Marakeh
9 Agustus 2026Minggu Pon26 Sapar 1960Tambir
10 Agustus 2026Senin Wage27 Sapar 1960Tambir
11 Agustus 2026Selasa Kliwon28 Sapar 1960Tambir
12 Agustus 2026Rabu Legi29 Sapar 1960Tambir
13 Agustus 2026Kamis Pahing30 Sapar 1960Tambir
14 Agustus 2026Jumat Pon1 Mulud 1960Tambir
15 Agustus 2026Sabtu Wage2 Mulud 1960Tambir
16 Agustus 2026Minggu Kliwon3 Mulud 1960Medangkungan
17 Agustus 2026Senin Legi4 Mulud 1960Medangkungan
18 Agustus 2026Selasa Pahing5 Mulud 1960Medangkungan
19 Agustus 2026Rabu Pon6 Mulud 1960Medangkungan
20 Agustus 2026Kamis Wage7 Mulud 1960Medangkungan
21 Agustus 2026Jumat Kliwon8 Mulud 1960Medangkungan
22 Agustus 2026Sabtu Legi9 Mulud 1960Medangkungan
23 Agustus 2026Minggu Pahing10 Mulud 1960Maktal
24 Agustus 2026Senin Pon11 Mulud 1960Maktal
25 Agustus 2026Selasa Wage12 Mulud 1960Maktal
26 Agustus 2026Rabu Kliwon13 Mulud 1960Maktal
27 Agustus 2026Kamis Legi14 Mulud 1960Maktal
28 Agustus 2026Jumat Pahing15 Mulud 1960Maktal
29 Agustus 2026Sabtu Pon16 Mulud 1960Maktal
30 Agustus 2026Minggu Wage17 Mulud 1960Wuye
31 Agustus 2026Senin Kliwon18 Mulud 1960Wuye

Dalam kalender Pawukon, satu wuku berlangsung selama tujuh hari. Selama Agustus 2026 terdapat enam wuku yang dilalui masyarakat Jawa.

Rentang TanggalNama Wuku
1 AgustusKuruwelut
2–8 AgustusMarakeh
9–15 AgustusTambir
16–22 AgustusMedangkungan
23–29 AgustusMaktal
30–31 AgustusWuye

Pergantian Bulan Jawa pada Agustus 2026

Agustus 2026 menjadi bulan yang mempertemukan dua bulan dalam kalender Jawa, yakni Sapar dan Mulud. Sesuai penanggalan Jawa, awal bulan Agustus masih berada di bulan Sapar, kemudian memasuki bulan Mulud pada pertengahan bulan. 

Mulud dikenal sebagai salah satu bulan penting karena berkaitan dengan tradisi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi yang masih dilestarikan di berbagai daerah di Jawa.

Selain mengetahui weton dan pasaran, keberadaan wuku juga menjadi bagian penting dalam kalender Jawa. Wuku merupakan siklus pekanan dalam sistem Pawukon yang terdiri atas 30 nama wuku dan terus berulang setiap 210 hari.

Makanya banyak masyarakat masih menjadikan kalender Jawa Agustus 2026 lengkap dengan wuku sebagai referensi untuk memahami penanggalan tradisional maupun melestarikan budaya Jawa. (Dila Nashear)