Gunung Gede Pangrango Sukabumi kembali jadi sorotan. Bukan karena cuaca ekstrem atau lonjakan jumlah pendaki, melainkan karena penerapan sistem gelang RFID yang kini diwajibkan bagi seluruh pendaki.

Kebijakan ini menandai babak baru dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), khususnya dalam aspek keselamatan dan pengawasan aktivitas pendakian.

Bagi para pendaki yang sering naik lewat jalur Cibodas, Gunung Putri, maupun jalur Sukabumi, aturan baru ini tentu jadi hal yang perlu diperhatikan sebelum berangkat.

Lalu, seperti apa sebenarnya sistem gelang RFID ini, dan kenapa Gunung Gede Pangrango Sukabumi memilih menerapkannya? Sebagai salah satu gunung paling populer di Jawa Barat, Gunung Gede Pangrango punya daya tarik yang sulit ditolak.

Mulai dari Alun-alun Surya Kencana, Telaga Biru, air terjun, hingga edelweiss yang legendaris. Tak heran jika setiap tahun ribuan pendaki datang, baik dari Sukabumi, Bogor, Cianjur, hingga luar Jawa Barat.

Namun, tingginya minat ini juga membawa tantangan. Kasus pendaki tersesat, kelelahan ekstrem, hingga pendakian ilegal masih kerap terjadi.

Medan yang terlihat ramah di awal ternyata bisa menjadi berbahaya saat cuaca berubah cepat atau ketika pendaki melewati jalur tanpa persiapan matang. Di sinilah teknologi mulai mengambil peran.

Wajib Pakai Gelang RFID, Apa Itu?

Mulai diterapkan secara bertahap, setiap pendaki Gunung Gede Pangrango Sukabumi kini wajib memakai gelang RFID saat masuk kawasan.

RFID sendiri adalah singkatan dari Radio Frequency Identification, teknologi yang memungkinkan pelacakan data menggunakan gelombang radio.

Secara sederhana, gelang ini berisi chip yang akan terbaca otomatis ketika pendaki melewati titik-titik tertentu di jalur pendakian. 

Artinya, petugas bisa mengetahui siapa saja yang sedang berada di dalam kawasan, di jalur mana mereka berada, dan apakah pendaki tersebut sudah turun atau belum.

Gelang RFID ini diberikan saat proses registrasi di pintu masuk dan wajib dipakai selama pendakian. Setelah turun, gelang dikembalikan sebagai bukti bahwa pendaki telah keluar dari kawasan dengan aman.

Fokus Keselamatan Pendaki

Tujuan utama penerapan gelang RFID di Gunung Gede Pangrango Sukabumi adalah keselamatan. Dengan sistem ini, petugas bisa memantau pergerakan pendaki secara lebih akurat dibanding metode manual sebelumnya.

Jika terjadi keadaan darurat misalnya pendaki tidak kembali sesuai jadwal atau hilang kontak petugas memiliki data titik terakhir yang terekam sistem. Ini sangat membantu dalam mempercepat proses pencarian dan penyelamatan (SAR).

Tak hanya itu, di beberapa titik jalur pendakian juga disiapkan tombol darurat atau panic button. Pendaki yang mengalami kondisi genting bisa segera mengirim sinyal SOS agar petugas merespons lebih cepat.

Berlaku di Jalur Pendakian Utama

Pada tahap awal, sistem RFID diterapkan di jalur-jalur utama Gunung Gede Pangrango, termasuk jalur yang banyak digunakan pendaki dari wilayah Sukabumi.

Jalur Cibodas dan Gunung Putri menjadi prioritas karena tingkat kunjungan yang tinggi serta akses yang relatif mudah.

Ke depan, sistem ini tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke jalur lain dan dikembangkan dengan teknologi tambahan, seiring evaluasi dari pengelola taman nasional.

Menekan Pendaki Ilegal

Masalah klasik lain di Gunung Gede Pangrango Sukabumi adalah pendaki ilegal. Masih ada saja yang nekat masuk tanpa registrasi resmi, baik karena ingin menghindari kuota maupun biaya masuk.

Dengan sistem RFID, celah ini semakin sempit. Setiap pergerakan pendaki tercatat, sehingga petugas dapat dengan mudah mengidentifikasi pendaki yang tidak terdaftar.

Ini bukan semata soal aturan, tetapi juga upaya melindungi pendaki itu sendiri dari risiko yang lebih besar jika terjadi kecelakaan. Di kalangan pendaki, kebijakan ini memunculkan beragam respons.

Sebagian besar menyambut positif karena merasa lebih aman dan terpantau, terutama bagi pendaki pemula. Namun, ada juga yang khawatir soal privasi dan potensi teknis jika alat tidak berfungsi optimal.

Meski begitu, pengelola menegaskan bahwa data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan keselamatan dan pengelolaan kawasan, bukan untuk tujuan lain.

Persiapan Sebelum Mendaki Gunung

Dengan adanya aturan baru ini, calon pendaki disarankan untuk melakukan registrasi resmi sesuai prosedur, datang lebih awal untuk proses administrasi dan pengambilan gelang RFID.

Lalu, memastikan kondisi fisik dan perlengkapan pendakian lengkap, serta ematuhi jalur resmi dan jadwal pendakian Teknologi memang membantu, tapi keselamatan tetap dimulai dari kesadaran pendaki itu sendiri.

Penerapan gelang RFID menegaskan bahwa Gunung Gede Pangrango Sukabumi sedang bergerak menuju pengelolaan yang lebih modern dan berbasis teknologi.

Langkah ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian alam sekaligus melindungi manusia yang datang menikmatinya. Bagi pendaki, aturan ini bukan penghalang, melainkan pengaman.

Dengan sistem yang lebih rapi dan terkontrol, pengalaman mendaki Gunung Gede Pangrango diharapkan tetap menyenangkan, aman, dan berkelanjutan. (Dila Nashear)